Dari Chronos
Dari chronos yang mengulang kembali sebuah tema usang
Harakiri pengundang hujan namun tanpa kesejukan
Prosa hanya artikel dari koran bekas
Berpijak di semen yang tak kunjung mengeras
Jenuh,
Pasang wajah tanpa paras
Insipirasi beralas kotoran, larva serta ampas
Jelas bukan pertama yang naik ke tingkat atas
Belas adalah iblis dari penglihatan sepintas
Air mata jadi magma, tumbuh tanpa kata
Hanya dendam yang memberi makan dengan amarah
Dan bintang,
Yang tertawa sekeras gelegar petir
Yang menukar posisi saat masih ada martir
Pola berakhir,
Hanya,
Satu yang tergelincir
Hanya, Mata jadi saksi bahwa tak lancar mengalir
Siapa yang bergerak dengan aingin di telunjuk?
Di edisi ini hati berganti dan menusuk

lam kenal…..
ini chronos yg mana..?
nampak lagi marahan yah..?
Comment by torasham — August 24, 2008 @ 10:06 pm
chronos : dewa waktu
bukan marah.. tapi penyesalan :p
Comment by s4va — August 30, 2008 @ 11:26 am