Darah dan magma
Dari sini
Sejarah menuntun kita untuk beradu pandang
Membawakan ultimatum berdarah
Menegaskan sebuah mata semerah api
Seputih belati
Menusuk hingga inti magma paling dalam
Dan disini,
Sebuah kenangan teruji
Saat sepintas yang lalu datang tuk memberi
Lebih dari ini!!!
Aku bukan putra darah
Juga bukan lahir dari magma
Dan sejarah
Memaksa untuk menerima pengulangan
dari titik nanah yang tersenyum
Agar dapat memberi waktu untuk berbaur
dengan sesuatu yang kabur
Aku bukan putra magma
Namun aku lahir dari darah
